Aprisindo Jatim Fokus Garap Program 3 in 1

Aprisindo Jatim Fokus Garap Program 3 in 1

Teks: Sekertaris Aprisindo Jawa Timur Ali Mas'ud (kiri) memberikan keterangan pers, Senin (12/2/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur terus berusaha menegakkan program 3 in 1 terkait penyerapan tenaga kerja disabilitas sebesar 1 persen. Hal itu seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomoer 8 Tahun 2016.

Sekertaris Aprisindo Jawa Timur Ali Mas’ud mengatakan hal itu di sela kunjungan ke PT Young Tree Industries Sidoarjo yang membuat program “Ayo Inklusif”. Acara tersebut diadakan bekerja sama dengan The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP), United Tractors (UT), Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, Saujana dan Christoffel Blindenmission (CB), Senin (12/2/2018).

Kata Ali, program 3 in 1 ini adalah program pelatihan sertifikasi dan langsung kerja yang digelar selama 20 hari. Program pendampingan dan pelatihan ini dilakukan untuk melatih para fresh graduate menjadi tenaga kerja andal.

“Pelatihan itu salah satunya ditujukan bagi para calon tenaga kerja penyandang disabilitas. Bagi mereka, kami beri pelatihan atau perlakuan khusus. Ini agar para penyandang disabilitas dapat cepat beradaptasi dan bekerja maksimal,” terang dia.

Dalam program tersebut, imbuh dia, para peserta bukan hanya diberikan pembelajaran praktik kerja, namun juga bekal soft skill yang nantinya dapat digunakan peserta di dunia kerja.

“Bekal soft skill yang kita berikan di antaranya kemampuan pengoperasian komputer, dan komunikasi,” tutur Ali.

Ali juga sangat berharap ke depan para tenaga kerja penyandang disabilitas dapat mengikuti program pelatihan. “Harapannya agar mereka tidak merasa berkecil hati dan mau mengikuti program-program kami. Karena di zaman ini kesempatan untuk sukses terbuka dan siapapun orangnya berhak untuk meraihnya,” cetus dia. (wh)