April 2019, Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 1,84 Persen

April 2019, Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 1,84 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan April 2019 turun 1,84 persen dari 126,09 di bulan Maret 2019 menjadi 123,78 di bulan April 2019. Penurunan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,68 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 1,18 persen.

“Perkembangan NTN bulan April 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender) turun sebesar 1,83 persen. Adapun perkembangan NTN bulan April 2019 terhadap bulan April 2018 (year-on-year) turun sebesar 0,45 persen,” ujar Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Jatim, Thomas Wunang Tjahjo, Kamis (2/4/2019). 

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan April 2019, seluruhnya mengalami penurunan NTN.

Kata dia, Provinsi dengan penurunan NTN terbesar adalah Provinsi D.I. Yogyakarta sebesar 1,85 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 1,84 persen, lalu Provinsi Banten yang turun 0,49 persen, Provinsi DKI Jakarta turun sebesar 0,37 persen, Provinsi Jawa Barat turun 0,35 persen, dan terakhir adalah Provinsi DKI Jakarta yang mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.

Indeks harga yang diterima nelayan pada bulan April 2019 dibanding bulan Maret 2019 turun sebesar 0,68 persen dari 172,29 menjadi 171,12. Perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan April 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender) naik sebesar 0,33 persen.

Adapun perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan April 2019 terhadap bulan April 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 3,01 persen. Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Teri, Ikan Tenggiri, Ikan Peperek, Cumi-cumi, Udang, Ikan Belanak, Ikan Kuwe, Ikan Pari, Kerang, dan Ikan Lidah.

“Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Lemuru, Ikan Tongkol, Ikan Kuniran, Rajungan, Ikan Tembang, Ikan Layang, Ikan Swanggi, Ikan Selar, Ikan Bawal, dan Ikan Manyung,” tegasnya.(wh)