Alasan Keamanan, Singapura Akan Putus Koneksi Internet

Alasan Keamanan, Singapura Akan Putus Koneksi Internet

foto: mothership.sg

Pemerintah Singapura menyatakan akan memutus akses internet di lembaga-lembaga pemerintah dalam waktu satu tahun, dengan alasan keamanan. Pernyataan yang dirilis, Rabu (8/6/2016), itu merupakan sebuah langkah mengejutkan di salah satu negara paling terkoneksi dengan internet di dunia.

Surat kabar setempat, The Straits Times, melaporkan keputusan yang dirilis pemerintah akan mempengaruhi sekitar 100 ribu komputer. Namun para pegawai negeri sipil masih dapat memiliki akses ke internet melalui perangkat pribadi mereka, seperti tablet dan ponsel cerdas (smartphone).

Selain itu, The Straits Times menambahkan akan ada terminal atau tempat khusus yang terkoneksi dengan internet bagi para pegawai negeri sipil yang harus bekerja.

Infocomm Development Authority (IDA) membantah laporan surat kabar itu dengan menyebutkan bahwa keputusan pemblokiran internet tidak akan menganggu kinerja para pegawai di pemerintahan. “Kami sudah mulai memisahkan akses internet pada kelompok kerja pegawai negeri terpilih dan akan melakukannya ke seluruh pegawai negeri secara bertahap dalam waktu satu tahun ini,” bunyi pernyataan tertulis IDA kepadaAFP.

IDA mengatakan, pemerintah akan mengkaji langkah-langah itu secara berkala dengan tujuan membuat jaringan yang lebih aman. “Ada alternatif lain untuk mengakses internet dan bekerja yang harus dilakukan para pegawai negeri. Tidak ada yang berubah,” bunyi pernyataan.

Menurut sumber-sumber di industri, langkah tersebut bertujuan mencegah serangan cyber serta penyebaran malware yang mungkin masuk ke jaringan surat elektronik (email) pemerintah atau diduga diperolehkan masuk ke jaringan internet.

Singapura sendiri merupakan salah satu negara dengan masyarakat paling melek internet di dunia karena menawarkan kecepatan tinggi pita lebar (broadband) dan membuat iri negara lain.

Bahkan berbagai layanan pemerintah sudah tersedia dan dapat diakses secara online, termasuk melakukan pendaftaran untuk menikah, mengajukan keluhan kepada polisi dan berkonsultasi kepada dokter melalui video.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menambahkan, layanan pemerintah tidak akan terganggu oleh langkah-langkah keamanan.

Singapura mengumumkan di 2014, pihaknya meningkatkan langkah-langkah keamanan teknologi informatika (TI) menyusul serangan pada bagian situs perdana menteri dan situs kediaman presiden. (tst/bst)