Agustus 2018, Inflasi Jatim Capai 0,11 persen

Agustus 2018, Inflasi Jatim Capai 0,11 persen

Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,11 persen pada Agustus 2018. Dua kota mengalami inflasi dan enam kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Surabaya yang mencapai 0,23 persen sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Probolinggo yaitu sebesar 0,35 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono, di kantornya, Jalan Kendangsari Industri, Surabaya, Senin (3/9/2018).

Menurut dia, pada bulan Agustus 2018, dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok mengalami infasi, dan tiga kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 2,04 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok kelompok bahan makanan sebesar 1,04 persen.

“Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur Agustus 2018 ialah biaya sekolah dasar, biaya sekolah menengah atas, dan biaya kontrak rumah. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit,” cetus dia.

Sampai Agustus 2018, laju inflasi tahun kalender Jawa Timur telah mencapai 1,79 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun mencapai 2,95 persen.

“Pada Agustus 2018 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,52 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,02 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 1,19 persen,” tegas dia.

Hasil pemantauan BPS Jatim terhadap perubahan harga selama Agustus 2018 di 8 kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Hal ini, sambung dia, mendorong terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,11 persen yaitu dari 132.27 pada Juli 2018 menjadi 132.42 pada Agustus 2018.

Inflasi Agustus 2018 lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2017, dimana pada Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,25 persen. Apabila dilihat trend musiman setiap Agustus selama sepuluh tahun terakhir (2009-2018) telah terjadi delapan kali inflasi dan dua kali deflasi.

“Perlu diketahui, pada bulan Agustus 2012 merupakan inflasi tertinggi yang diderita wilayah Jatim, yaitu sebesar 1,28 persen. Sedangkan deflasi tertinggi pada Agustus 2017 sebesar 0,25 persen,” kupas Teguh. (wh)