9 Sekolah Terima Award Surabaya Eco School 2013

9 Sekolah Terima Award Surabaya Eco School 2013
Wali Kota Tri Rismaharini menghadiri penghargaan ec-school di Graha Sawunggaling.

Pemerintah Kota  Surabaya memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang dinilai paling berprestasi dalam program Surabaya Eco School. Pemberian penghargaan bertajuk “Awarding Surabaya Eco School 2013” tersebut digelar di Graha Sawunggaling, Sabtu (14/12/2013).

Sekitar 500 siswa-siswi serta puluhan kepala sekolah dan guru dari sekolah di Surabaya mulai tingkat SD dan SMA hadir di acara ini. Beberapa sekolah menunjukkan kreasi yel-yel dan jingle lingkungan.

Sekolah-sekolah yang mendapatkan penghargaan adalah SDN Bubutan IV, SMPN 11 dan SMAK St. Louis I. Untuk kategori taman sekolah terbaik (the best school park) diraih SDN Bubutan IV, SMPN 23  dan SMAN 12. Kategori toilet sekolah terbaik (the best toilet) diraih SDK Don Bosco, SMPN 4 dan SMK Farmasi. Kategori kantin terbaik diraih SDN Kaliasin I dan SMPN 11

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah, guru dan siswa-siswi. Menurut Risma, kegiatan Surabaya Eco School ini bukan hanya soal meraih penghargaan, tapi yang penting mereka telah memberi sumbangsih luar biasa terhadap perawatan lingkungan, tidak hanya di Surabaya tetapi juga untuk bumi.

“Saya ucapkan terima kasih karena dampaknya luar biasa. Surabaya bisa meraih penghargaan taman terbaik se-Asia Pasifik juga penghargaan Adipura Kencana merupakan dampak dari kegiatan seperti ini,” tegas Risma.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menegaskan, program Surabaya Eco School telah memberikan manfaat nyata bagi Kota Surabaya. Guru dan siswa-siswi bisa diajak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, utamanya dari sampah plastik, telah terlihat hasilnya.

“Sejak itu, sampah yang masuk ke TPA Benowo, utamanya sampah plastik terus berkurang. Saya bangga kepada kepala sekolah, guru dan anak-anakku semua yang telah peduli pada lingkungan dengan melakukan upaya-upaya yang dilakukan,” tutur Risma.

Dia juga mengatakan, sampai kini masih ada warga Surabaya yang cuek dan tidak mau tahu soal kebersihan lingkungan. Perilaku seperti itu bisa jelas terlihat di lingkungan yang warganya gemar membuang sampah sembarangan.

“Yang paling sulit itu mengubah perilaku. Itu hanya bisa diubah sejak kecil, sejak di lingkungan sekolah seperti kalian semua. Melalui kalian, bisa menularkan ke teman, ke keluarga. Bayangkan, jika ada 500 kepala keluarga di Surabaya yang memahami pengelolaan lingkungan, Surabaya akan bersih. Mari kita mulai dari Surabaya untuk dunia,” pungkas Risma.(wh)

Marketing Analysis 2018