85 Persen Warga Surabaya Taat Pajak

 

85 Persen Warga Surabaya Taat Pajak
(kiri) kepala seksi bimbingan pelayanan Kanwil Dirjen Pajak I Surabaya, Riana Budiyanti dan Chairperson Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya.

 

Sedikitnya, 15 persen masyarakat Surabaya yang tak mau bayar pajak. Penyebabnya,  mereka masih memiliki prasangka buruk bahwa pajak itu disalahgunakan, dikorupsi, atau belum terlihat manfaatnya.

Hal itu diungkapkan Chairperson Enciety Business Consult,

Kresnayana Yahya. “Tapi sebaliknya, 85 persen warga Surabaya taat pajak, yang nggak usah diuber-uber. Mereka paham bahwa uang pajak dipakai bangun jalan, sekolah, puskesmas, bahkan untuk subsidi BBM,” paparnya.

Ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi Surabaya tergolong tinggi, yakni 7,2 persen. “Angka itu menggambarkan uang tambahan tiap tahun atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp 270 triliun. Orang mau bisnis di Surabaya, potensinya bisa meraup bagian sebesar itu,” ungkapnya.

Kresnayana lantas melanjutkan, pajak adalah bagian dari perputaran uang tersebut. Semakin besar perolehan pajak yang ditarik dari masyarakat, akan membawa dampak pada pemanfaatan yang lebih besar. Kesadaran dan kepercayaan warga kota akan taat pajak, menjadi penting. “Kondisi ini berbeda dibandingkan 10 tahun terakhir, di mana 70 persen masyarakat masih enggan bayar pajak karena merasa tidak dapat manfaat,” katanya.

Pernyataan tersebut diamini Kepala Seksi Bimbingan Pelayanan Kanwil Dirjen Pajak I Surabaya, Riana Budiyanti. Dari jumlah Wajib Pajak wajib Surat Pemberitahuan (SPT) per 31 Desember 2011 sebanyak 398.778, pencapaian pajaknya mencapai Rp 16,6 triliun atau senilai 88,63 persen.

“Rinciannya, 36.928 badan, 300.093 orang pribadi karyawan, 61.757 pribadi non karyawan,” urainya.

Sementara dari total Wajib Pajak Per Orangan (WPOP) 361.850, rasio kepatuhan SPT tahunan Pajak Penghasilan tahun 2011 badan mencapai 76,17 persen. “Kalau OP karyawan sebesar 73,17 persen, OP non karyawan 62,01 persen,” katanya.

Riana lalu melanjutkan, target penerimaan tahun 2013 adalah sebesar 18,7 triliun, Ini berarti, pencapaian 16,6 triliun per 2 Januari tersebut mencakup angka pertumbuhan 14,50 persen. “Angka kepatuhan Surabaya sudah cukup bagus. Kami berharap, warga kian sadar taat pajak dengan tertib melaporkannya tiap tahun,” tuturnya.(wh)