53 Perlintasan KA di Surabaya Tidak Dijaga

53 Perlintasan KA di Surabaya Tidak Dijaga
Inspeksi mendadak pejabat PT KA dan aparat Polrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VIII melakukan sidak bersama perlintasan Kereta Api (KA) di Surabaya, Rabu (11/12/2013).

Sidak tersebut baru dilakukan usai ada tragedi kecelakaan maut antara Kereta Rel Listrik (KRL) Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina yang melintas di Jalan Bintaro Permai 3, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013) lalu.

Sidak diawali di Jl Ambengan karena dinilai rawan dengan banyaknya terjadi kecelakaan di tempat tersebut.

Kepala Humas PT KAI Daop VIII Sri Winarno mengatakan, ada 10 perlintasan KA liar dan 43 perlintasan KA yang tidak dijaga di wilayah Surabaya.

“Di wilayah Surabaya sendiri, total ada 84 perlintasan. Perlintasan yang resmi ada 74 perlintasan, dan yang liar ada 10 perlintasan. Dari jumlah itu, ada 41 perlintasan yang terdapat palang pintu dan penjaganya. Sedangkan 43 perlintasan tidak berpenjaga dan tidak ada palang pintunya,” kata Sri.

Dengan banyaknya perlintasan KA baru yang muncul di Surabaya, Winarno menyebut, semuanya akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 tahun 2007, yang menyebut perlintasan sebidang tidak diizinkan, kecuali yang underpass.

Namun, lanjut Winarno, PT KAI tidak tinggal diam. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, para sukarelawan penjaga perlintasan dari warga sekitar, akan difasilitasi oleh PT KAI dan diberikan rompi.

“Dan, untuk perlintasan KA yang tidak berpalang pintu atau tidak dijaga, PT KAI telah memasang rambu, termasuk memberikan tambahan alat peringatan dini seperti early warning system (EWS),” sambungnya.

Rinciannya, di Surabaya yang resmi atau berpalang pintu ada 656 perlintasan, perlintasan tidak berpalang pintu tapi dijaga petugas ada 179 perlintasan, dan yang tidak dijaga ada 477 perlintasan. Sedangkan perlintasan liar ada 126 palang pintu.

Sementara untuk beberapa daerah di wilayah Jatim yang berada dalam koordinasi Daop VIII sendiri ada total 786 perlintasan.

Kombes Pol Setija Junianta Kapolrestabes Surabaya menghimbau pada masyarakat, agar selalu tetap waspada dan berhati-hati saat ada di perlintasan KA tak berpalang pintu. Supaya mendahulukan laju kereta api yang lewat. Tidak perlu menyerobot.

“Untuk perlintasan KA yang tidak berpalang pintu, kita akan lakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk untuk di Surabaya akan kita kordinasikan dengan Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini),” terang Setija Junianta di sela sidaknya (inspeksi mendadak).

Untuk masalah penertiban, polisi akan memberi sanksi tegas bagi pengendara yang suka menyerobot palang pintu perlintasan KA. “Untuk pelanggar akan kita kenakan sanksi, jika kita melihat pengendara yang kedapatan menyerobot palang pintu kereta, karena itu sangat membahayakan banyak orang,” tutupnya. (wh)

Marketing Analysis 2018