25 Karya Antonius Kho Dipamerkan di House of Sampoerna

25 Karya Antonius Kho Dipamerkan di House of Sampoerna

Foto: ist

Sebuah perjalanan pastinya meninggalkan kenangan yang membekas dan tidak terlupakan. Hal ini dirasakan pula oleh Antonius Kho. Pengalaman yang didapat dari perjalanannya ke berbagai kota di Indonesia dan negara lain menjadi penyemangat dan mendorongnya untuk terus aktif berkaya. Segudang inspirasi yang didapat dituangkan dalam karya lukis yang kemudian dipersembahkan dalam pameran bertajuk “Remembering” di Galeri House of Sampoerna (HoS) pada 3 Februari-3 Maret 2018 mendatang.

Pameran Remembering merupakan bentuk refleksi dari renungan serta kenangan mengenai catatan perjalanan Antonius Kho selama setahun terakhir. Kesan mendalam yang ditangkap dituangkannya ke dalam 25 karya lukis dengan berbagai tema, seperti pada karya berjudul Cambodia Young Girl yang merupakan visualisasi wajah-wajah gadis Kamboja yang dijumpainya selama menyelenggarakan pameran disana.

Tak hanya berupa goresan, karya yang diciptakannya pun bercerita tentang suasana hatinya seperti yang nampak pada karya berjudul “Melancholy”. Disamping itu, ingatan masa kecil pada tanah kelahirannya di Klaten dan tempat-tempat yang biasa dia kunjungi seperti candi Prambanan dan Borobudur juga menginspirasinya untuk menghasilkan suatu karya. Kekagumannya pada keindahan relief-relief yang dijumpainya telah membawanya melahirkan karya berjudul Daydreaming.

Bagi Antonius Kho, kekuatan karya-karyanya bertumpu pada penggunaan warna yang lembut seperti jingga, putih, coklat atau hijau muda yang dihasilkan dari kombinasi pewarna akrilik, pastel dan juga pensil warna. Dipika Rai, seorang Kritikus Seni dari India, juga mengakui hal tersebut, kombinasi warna hasil goresan tangan Anthonious Kho memang sangat asli, beragam dan mampu menghipnotis setiap mata yang melihatnya.

Selain itu karakter kuat dari setiap karyanya dari dulu hingga kini adalah memunculkan beragam bentuk wajah dengan mimik dan karakter yang sangat unik. Wajah-wajah tersebut baginya merupakan wujud dari beragamnya karakter orang-orang yang dia jumpai di setiap perjalanan seni dan budayanya ke berbagai negara termasuk di Indonesia. “Sketsa wajah-wajah itulah kekuatan Antonius Kho” ujar Agus Dermawan T. Kritikus seni asal Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Antonius Kho adalah sosok pelukis kontemporer berbakat yang terlahir di Klaten pada tahun 1958, berhasil menyelesaikan pendidikan seninya di Academy of Fine art Bandung dan FH Cologne, Jerman. Sang pelukis kini lebih banyak berkarya dari studio miliknya di Ubud yang telah mengantarkannya mengikuti berbagai pameran seni dan budaya di berbagai negara dari Asia hingga Afrika.

Perjalanan panjangnya dalam berkesenian turut melambungkan namanya hingga  meraih penghargaan seperti 1st prize di  “Mask in Venice” Itallia dan “Malen auf Liegestuehien” Jerman. Namun itu semua tak lantas mengikis ciri khasnya dalam berkarya , justru beragam pengalaman dan perjalanan tersebutlah yang turut memperkaya hasil goresan tangannya.

“Berkarya apapun itu bentuknya haruslah jujur terhadap diri sendiri, karena kejujuran itu nantinya akan terpancar dalam setiap karya-karya kita, perjalanan dan pengalamanpun jangan lantas membuat kita lupa akan jati diri, menjaga kualitas dan ciri khas akan membuat karya-karya kita dikenang dan diapresiasi” tutur Antonius Kho. (wh)

Marketing Analysis 2018