24 Produk Pelaku Usaha Kreatif Dipersiapkan untuk Ekspor

24 Produk Pelaku Usaha Kreatif Dipersiapkan untuk Ekspor

Para pelaku usaha kreatif Pahlawan Ekonomi yang mengikuti Surabaya SMEs Go Digital And International di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (7/3/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Sebanyak 24 produk pelaku usaha kreatif Surabaya berpartispasi dalam Surabaya SMEs Go Digital And International di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (7/3/2018). Produk-produk tersebut dianggap memiliki produk yang siap di ekspor ke luar negeri

Ke-24 pelaku usaha tersebut adalah kacang bawang (Tree G), kopi jelly (De’nil Puding). semanggi (Bina Makmur), nastar (Diah Cookies), kripik tripang (Prima Crispy), saridele (Sari), egg roll (Citarasa Alami), sinom (Ombe), bakso hitam (Chokjudes), udang crispy (DMB), teh rosella (Aqisa), siomay (Yuli Food), lapis Surabaya (Dapur Flamboyan), jus buah (Jusniar), udur udur (Omah Duren), semanggi (Larisma), es puter (Sendok Kayu), Bunda, pie susu (Ina Pie), putu Belanda (Eden Bakery), baju perempuan (Ning Nina Collection), kalung (Parama Art), tas dan dompet (Bintang Collection) dan kotak tisu (Bengkel Kriya Daun).

Dalam acara acara tersebut, produk-produk mereka dipamerkan di stan khusus yang disiapkan oleh pihak penyelenggara di arena seminar yang dihadiri 300 pelaku usaha di wilayah Jawa Timur.

Diah Arfianti, owner Diah Cookies, mengaku senang telah diberikan kesempatan untuk ikut dalam acara tersebut. “Ini adalah pengalaman berharga yang saya dapat. Di acara ini saya mendapatkan ilmu untuk mempersiapkan produk dan usaha saya untuk go international,” ujar dia.

Hal senada disampaikan Dwi Bayu Anggraini, owner Sendok Kayu.  “Seneng banget bisa ikut acara ini. Selain dapat pengalaman baru, saya juga dapat lebih memahami apa saja yang perlu dipersiapkan agar produknya dapat diterima di pasar international,” ucap dia seraya berharap acara serupa bisa diadakan lagi.

Sebelumnya, dalam upaya mempersiapkan produk-produk yang bisa go internasitional,  Pahlawan Ekonomi telah menginventarisasi masalah dan keluhan pelaku usaha kreatif. Di antaranya cara memperpanjang usia produk,

peningkatan standar kualitas, teknologi pengolahan produk, packaging, serta legalitas dan perizinan, terutama yang harus mendapat sertifikasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). (wh)

Marketing Analysis 2018