Ini 24 Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia

 

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada 24 wajib pajak (WP) dengan kontribusi pembayaran pajak terbesar pada 2015. Penghargaan diberikan kepada WP yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar. Penghargaan langsung diberikan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang didampingi Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Dalam sambutannya Menkeu menyatakan, apresiasi kepada para WP atas kontribusi sekaligus kepatuhan mereka dalam membayar pajak. Menurut dia, kontribusi dari 24 WP tersebut sekitar 10 persen dari target penerimaan pajak 2015 yang mencapai Rp 1.294 triliun. “Tentu kami gembira bapak dan ibu hari ini mewakili yang patuh. Saya ingin ini jadi role model,” kata Bambang di Kantor DJP Pusat, Jakarta, Selasa (5/4/2016). (bst)

Berikut daftar penerima penghargaan WP dengan kontribusi terbesar 2015.
1. PT Bank Central Asia Tbk
2. PT Astra Sedayu Finance
3. The Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd
4. PT Adaro Indonesia
5. PT Kaltim Prima Coal
6. PT Newmont Nusa Tenggara
7. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
8. PT Astra Daihatsu Motor
9. PT Unilever Indonesia Tbk
10. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors
11. PT Samsung Electronics Indonesia
12. PT Jawa Power
13. PT Pertamina (Persero)
14. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
15. PT Bio Farma (Persero)
16. PT Kimia Farma (Persero)
17. PT Pupuk Indonesia (Persero)
18. PT Perkebunan Nusantara III
19. Bank Indonesia
20. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
21. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
22. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
23. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
24. Ir. Arifin Panigoro

1 komentar di “Ini 24 Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia

  1. kalo dibaca disini bahwa penompang 60% APBN tidak lebih dari 1000 orang/badan dong ..mesti pak menteri umumkan… supaya pemerataan pendapat bagi …yang lainnya… meningkat guna kebijakan ekonomi nasional bisaa memenuhi sasaran .. terutama kesempatan berusaha…..jangan sampai hanya beberapa gelitir perusahaan saza yg bias eksis .. atau ada konglomerasi ekonomi yang kuat..terhadap perkuatan ekonomi.. yang dikatakan indicator semu ekonomi mensejahterakan bangsa…

Komentar di tutup.