2019, UMKM Tetap Eksis, tapi Perlu Benahi Mentalitas

2019, UMKM Tetap Eksis, tapi Perlu Benahi Mentalitas

Raharjo Artiono, Agus Wahyudi, dan Bambang Wiliarti di Maspion Square.foto:arya wiraraja/enciety.co

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal eksis di tahun 2019. Selain jumlahnya bakal meningkat, produk-produknya dipastikan makin beragam. Hanya saja, faktor mentalitas dalam berusaha perlu ditingkatkan.

“Pelaku UMKM bakal terus tumbuh. Lahirnya pelaku-pelaku usaha yang telah mendulang kesuksesan menjadi inspirasi banyak orang,” kata Agus Wahyudi, Humas Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, di sela acara talk show bertajuk “Peran Stakeholder Dalam Memajukan UMKM” yang digelar di Maspion Square, Jalan A Yani, Surabaya, Minggu (13/1/2019).

Hadir pula sebagai narasumber, April Wahyu Widati (Store General manager Gian Maspion), Raharjo Artiono (Manager Hotel Moscha), Bambang Wiliarto (Kabiro Bali Pos Jatim), dan Nanang Sutrisno (pengusaha).

Yudi lalu menyebut kiprah pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Sejak dirintis tahun 2010 dengan 89 orang anggota, kini telah berkembang hampir 15 ribu anggota. Mereka tersebar di 31 kecamatan di Kota Pahlawan.

Naiknya jumlah pelaku usaha itu memberi juga berdampak pada menurunkan angka kemiskinan di Surabaya. Ini menyusul survei yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya pada 2018. Di mana keberadaan UMKM Surabaya mampu menekan angka kemiskinan hingga 4 persen.

Menurut Yudi, ada beberapa faktor yang menjadi pendorong meningkatnya kualitas UMKM. Pertama, mutu produk naik dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Seperti kemasan produk, sudah banyak yang berubah lebih bagus.

Kedua, sambung dia, UMKM makin melek digital. Ketrampilan mereka memanfaatkan sarana media sosial, media online, maupun marketplace makin bertambah. Ini sangat menolong mereka menggaet konsumen.

Ketiga, kesadaran pelaku usaha untuk memperbaiki manajemen finansial. “Dulu, saya sering dicurhati pelaku usaha, katanya jualan laku kok malah rugi. Kini, banyak yang sadar jika banyak komponen usaha yang belum harus dihitung,” papar Yudi.

Dia menambahkan, di Pahlawan Ekonomi, pelaku usaha didorong bisa mengubah mental dan mindset (pola pikir). Hal ini sangat penting karena berpengaruh pada kelangsungan usaha.

“Mentalitas berusaha sangat dibutuhkan. Jangan sampah ketika merintis usaha mudah patah semangat dan gampang mencari jalan pintas,” tandasnya.  

Mentalitas itu, sambung Yudi, juga terkait keinginan terus berinovasi dan berkreasi. Dia lalu mencontohkan Aminah (owner Selendang Semanggi) yang kebetulan hadir dalam acara itu. Awalnya, Aminah berjualan pecel semanggi keliling.

“Namun sekarang dia berjualan lebih modern. Dia membuat semanggi instan. Harganya jauh lebih mahal. Margin keuntungan jauh lebih besar,” urai pria berkaca mata ini.

Bukan hanya itu, kata Yudi, Aminah ini juga sudah pemanfaatan teknologi tepat guna untuk produksi dan kepentingan promosi. “Siapa yang menyangka, jika pecel semanggi ini bisa dikemas cantik dan dibentuk menjadi semanggi instan layaknya mi instan. Bisa dilihat, produk ini pernah dibawa ke Inggris,” ungkap Yudi. (wh)

Marketing Analysis 2018

Berikan komentar disini