2019, Ini yang Harus Dicermati Agar Bisnis Kuliner Tidak Rontok

2019, Ini yang Harus Dicermati Agar Bisnis Kuliner Tidak Rontok

Bagus Supomo.foto:arya wiraraja/enciety.co

Persaingan bisnis kuliner pada 2019 dipastikan makin ketat. Menu makanan sehat, segar, dan cepat saji akan menjadi pertimbangan customer dalam menentukan pilihan.

“Faktor-faktor itulah yang berpengaruh besar dalam kesuksesan usaha bisnis kuliner,” kata Executive Director Surabaya Hotel School (SHS) Bagus Supomo kepada enciety.co, Kamis (3/1/2019).

Bagus menuturkan, masyarakat sekarang punya banyak pilihan menikmati kuliner. Selain itu, mereka juga kecenderungan cepat bosan.

Kata dia, yang dipikirkan masyarakat bukqn sekadar makan enak, tapi ada pertimbangan makanan yabg sehat.

“Karena itu, pengusaha kuliner harus bisa menyesuaikan dengan keinginan masyarakat yang selalu tergoda terhadap sesuatu yang baru. Harus ada modifikasi, lebih cepat, lebih segar. Itu akan memberikan rasa lebih bagus, “ tegasnya.

Dia lalu mengatakan, salah satu keunggulan pelaku usaha kuliner di Indonesia adalah keberagaman menu. Hal ini hingga sekarang masih belum sepenuhnya tergali. Peluang ini harus benar-benar dimanfaatkan.

Kata dia, pada 2019, makanan tradisional masih jadi idola. Sementara serbuan makanan asing masih sangat tinggi. Halbini bisa membuat kita kehilangam identitas.

Jika usaha kuliner laris jangan cepat berpuas diri. Harus tetap disiapkan inovasi. Karena selera orang sekarang sangat dinamis. Siapa yang lebih kreatif dan inovatif, merekalah yang bakal bertahan.

“Kini banyak orang kalau lihat postingan di instagram ada menu yang menarik, pasti dicari. Ini yang harus dipikirkan,” kata Bagus yang juga advisor Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya itu.

Bagus menambahkan, dengan kemajuan teknologi, masyarakat cenderung memiliki selera beragam. Keberagaman selera itu didorong pengetahuan mereka dari dunia digital.

“Tugas kita sebagai pelaku usaha ya harus mampu berinovasi. Coba gini saja, kita garap menu-menu tradisional yang rasanya sudah banyak orang tahu. Lalu, olah menu-menu tersebut secara cepat, segar, yang tidak kalah dengan restoran-restoran luar negeri, ” jelas dia.

Bagus juga mengingatkan selain proses pengolahan, pelaku usaha harus memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin untuk memasarkan produknya.

“Untuk bisa memanfaatkan teknologi, ya harus bisa tampilkan produk makanan yang bagus. Kalo kata anak zaman sekarang itu yang instagramable. Dengan cara itu usaha kita makin diakui dan produk kita dicari orang,” papar dia. (wh)

Marketing Analysis 2018