2017, Transaksi E-commerce Naik jadi Rp 300 Triliun

2017, Transaksi E-commerce Naik jadi Rp 300 Triliun

Ketua Asosiasi Jasa Pengiriman Indonesia Wilayah Jawa Timur Djohan Djanudji, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/1/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Semakin berkembangnya bisnis e-commerce tidak bisa dilepaskan dari tiga poin utama. Yakni promosi, transaksi dan delivery atau pengiriman.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Jasa Pengiriman Indonesia Wilayah Jawa Timur Djohan Djanudji, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/1/2017).

Kata dia, ketiga komponen tersebut dapat meningkatkan volume distribusi barang. “Pada tahun 2016 yang lalu, kami mencatat ada sekitar Rp 258 triliun nilai transaksi pada dunia usaha e-commerce. Lantas di tahun 2017 ini, kami memprediksi angka tersebut naik sebesar 40 persen menjadi sekitar Rp 300 triliun,” ulas dia.

Dalam acara yang dipandu Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult,  Djohan menjelaskan, dari angka tersebut sekitar 7 persen atau sekitar Rp 18 triliun merupakan biaya untuk ongkos kirim.

“Perlu diketahui, untuk market dengan sebesar itu, kita hanya memiliki perusahaan logistik yang jumlahnya dapat dihitung dengan tangan. Jadi kedepan bisnis ini dapat menjadi bisnis yang besar nantinya,” jelas Djohan.

Menurut dia, ke depan yang harus dibenahi dari para perusahaan yang bergerak dalam bisnis logistik ini, yakni adanya standard operating procedure (SPO) yang baku. “KYang harus dibenahi adalah sistem distribusi dan alur logistik yang jelas,” ujarnya.

Lantas, untuk dapat menciptakan SOP yang jelas untuk sistem distribusi dan alur logistik, Djohan menjelaskan, sampai saat ini kewenangan terkait perusahaan logistik masih dibawah kementrian Komunikasi dan Informatika.

“Namun, kenyataannya sarana prasarana yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha bidang jasa logistik sangat erat kaitannya dengan Kementrian Perhubungan. Jadi, untuk dapat lebih mendorong pertumbuhan dunia usaha logistik, kedepan yang harus dibenahi oleh pemerintah kita adalah hal tersebut,” pungkas Djohan. (wh)

Marketing Analysis 2018