2017, Kriminalitas di Jatim Turun 24 Persen

2017, Kriminalitas di Jatim Turun 24 Persen

Kaur Kemitraan Masyarakat Polda Jawa Timur Yuli Purnomo dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (4/8/2017). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Fungsi kepolisian paling utama adalah menjaga masyarakat dari ancaman dan gangguan dalam konteks kriminalitas. Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk di Jawa Timur saat ini, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam konteks penegakan hukum.

“Rata-rata, rasio anggota kepolisian berbanding tidak berimbang dengan masyarakat yang dilindungi. Di Jawa Timur, angka perkiraan perbandingannya mencapai 1:400 orang masyarakat. Untuk mengcover ketidakseimbangan tersebut kepolisian sangat membutuhkan peran serta masyarakat,” papar Yuli Purnomo, Kaur Kemitraan Masyarakat Polda Jawa Timur, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (4/8/2017)

Kata Yuli, belakangan, kejahatan dominan yang terjadi di Jawa Timur di antaranya penipuan dalam dunia digital (cybercrime), narkoba dan lain sebagainya.

Untuk angka kriminalitas di Jawa Timur, sebut dia, makin menurun. Pada tahun 2016, angka kriminalitas yang terjadi di Jawa Timur sebanyak 25.051 kasus. Jika dibandingkan angka kriminalitas tahun 2017 ini jauh lebih rendah, yaitu 15.456 kasus atau terjadi penurunan sekitar 24 persen.

“Kejadian kriminal yang banyak terjadi adalah pencurian kendaraan bermotor, perampasan dan lain sebagainya,” tegasnya.

Dengan menurunkan angka kriminalitas yang mencapai 24 persen sebelum akhir 2017 itu, Yuli sangat berharap agar angka tersebut tidak terus tumbuh hingga akhir tahun 2017 nanti.

“Segala upaya telah kami lakukan untuk menekan angka kriminalitas. Tentu saja, pihak kepolisian tidak bisa sendiri. Butuh peran serta dari berbagai stakeholder dan partisipasi masyarakat,” tandas Yuli.

Marketing Analysis 2018