2015, Kemenpera Salurkan Bantuan FLPP Rp 5,1 T

 

2015, Kemenpera Salurkan Bantuan FLPP Rp 5,1 T

Keberhasilan Kementerian Perumahan Rakyat (kemenpera)  menyalurkan bantuan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun ini akan ditingkatkan pada tahun depan. Melalui Pusat Pembiayan Perumahan Kemenpera, tahun 2015 diharapkan bisa menyalurkan bantuan sebesar Rp 5,1 triliun.

Angka itu naik hampir tiga kali lipat dari tahun ini, dimana Kemenpera menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,5 triliun. Target tersebut diharapkan bisa menyalurkan bantuan untuk pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendapat rumah layak huni.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pusat Pembiayan Perumahan (PPP) Kemenpera, Mochamad Yusuf Hariagung menyatakan tahun ini pemerintah telah sukses menyalurkan FLPP untuk MBR.

“Tahun depan kita harapkan bantuan ini untuk FLPP rumah tapak maupun rumah susun,” katanya.

Yusuf mengakui tahun depan diharapkan FLPP untuk 60 ribu unti rumah tapak dan 400 unit rumah susun. Sengaja memprioritaskan rumah susun tidak lepas dari masih minimnya rumah susun yang terjual.

Padahal pembangunan rumah susun ini untuk mengantisipasi melambungnya harga tanah di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah kota besar lainnya.

 “Ada banyak keuntungan yang dari pembangunan rusun ini. Selain menekan biaya perjalanan para pekerja, juga untuk menekan tingginya harga tanah di suatu dareah,” lanjutnya.

Data yang disampaikan PPP sepanjang tahun 2010 hingga 2014 ini FLPP yang tersalurkan sudah mencapai 309 ribu unti untuk rumah tapak, atau setara dengan Rp 13,2 triliun. Pemberian bantuan FLPP kepada rakyat berupa rumah tapak tersebut menunjukkan minat yang masih tinggi terhadap landed dibanding rumah susun.

Masih tingginya minat terhadap FLPP ini juga ditunjukkan sepanjang pameran Pameran Rumah Rakyat Expo di JX Surabaya. Dimana nilai transaksi mencapai Rp 126 miliar dari target Rp 110 miliar. Dimana mayoritas transaksi itu didominasi oleh rumah tapak yang mencapai 1.152 unit. Hanya saja PPP tidak menyebut unit rusun yang terjual sepanjang pamaeran. (wh)

 

Marketing Analysis 2018