2014, Kanwil Pajak Jatim Target Penerimaan Rp 24,69 T

2014, Kanwil Pajak Jatim Target Penerimaan Rp 24,69 T

Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I menargetkan penerimaan sebesar Rp 24,69 triliun pada tahun 2014. Untuk mencapai target tersebut, selain melakukan langkah pengawasan aktif, Kanwil DJP Jatim I juga melaksanakan kegiatan penegakan hukum (law enforcement).

Kepala Kanwil DJP Jatim I, Ken Dwijugiasteadi mengatakan pencapaian penerimaan hingga saat ini sudah mencapai 85 persen dari target yang ditetapkan.

”Hingga akhir tahun diperkirakan pencapaian akan mencapai 95 persen dari target sebesar Rp 24,69 triliun yang dipatok. Bahkan kalau bisa sampai 100 persen,”  kata Ken ketika ditemui di Surabaya, Senin (8/12/2014).

Ken optimistis target tersebut bisa terpenuhi karena di akhir tahun biasanya ada pemasukan pajak yang cukup besar dari Wajib Pajak (WP) bendahara. Selain itu juga dari proyek-proyek dan APBD. Untuk tahun ini penerimaan akan dilakukan hingga 20 Desember 2014.

Direktorat Jenderal Pajak selaku administrator perpajakan di Indonesia memikul tanggung jawab untuk mengamankan penerimaan pajak. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014, jumlah penerimaan perpajakan ditargetkan pemerintah sebesar Rp 1.246 triliun. Dapat dikatakan, 70 persen sumber pendapatan negara berasal dari penerimaan pajak.

Berbagai langkah dilakukan untuk mengamankan penerimaan pajak, baik kegiatan intensifikasi maupun ekstensifikasi. Sistem perpajakan di Indonesia menggunakan asas self assessment dimana WP melakukan sendiri kegiatan menghitung, melapor dan menyetorkan kewajiban perpajakannya.

Sedangkan DJP bertugas melakukan edukasi, pelayanan, melakukan pengawasan dan penegakan hukum (law enforcement). Bagi WP yang tidak menjalankan kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan perpajakan maka DJP secara tegas akan melakukan tindakan penegakan hukum.

Di seluruh Jawa Timur ada 1,2 juta wajib pajak (WP). Sedangkan yang termasuk dalam wilayah Jatim I sebvanyak 630.000  WP. Jumlah tersebut terdiri dari 86.649 WP badan, 543.383 WP perorangand an 4.383 WPP bendahara. (wh)

Marketing Analysis 2018