20 SMK Jatim jadi Pendamping SMK Lain

20 SMK Jatim jadi Pendamping SMK Lain

Sedikitnya, 20 SMK yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Jawa Timur akan menjadi pengampu (pendamping) bagi SMK lain di wilayah itu.

Hal itu ditegaskan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai memberi pengarahan di “Seminar Sinergi Penyelarasan Kerjasama SMK dengan Dunia Usaha dan Industri”, Senin (29/4/2019).

Kata dia, adanya SMK pengampu bagi SMK lain sebagai upaya mengurangi pengangguran yang dihasilkam lulusan SMK. “Ternyata banyaknya pengangguran dari SMK, karena banyak SMK yang tak punya balai latihan kerja (BLK) dan tak punya laboratorium,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, jika setiap SMK diberikan laboratorium, anggaran yang dipunyai Pemerintah Provinsi Jatim mencukupi. “Maka diberikanlah SMK pengampu supaya yang punya keserumpunan jurusan bisa pakai BLK atau laboratorium yang sama,” ujar mantan Menteri Sosial itu.

Khofifah juga menyampaikan beberapa kebutuhan skill pada masa depan. Seperti sosial skill, ada problem solving skill. Menurut dia, social skill partisipasi Jatim sangat luar biasa harusnya menjadi sosial capital yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim. Tinggal dunia usaha dan industri (Dudi) menyambungkan dengan kurikulum yang ada dan duduk bersama menyesuaikan kurikulum

“Saya usul ke Kepala Dinas Pendidikan paling tidak setahun ‘include’ dengan masa libur atau 10 bulan. Jika itu bisa disesuaikan dengan modul-modul, kita minta masukan ke ITS, Universitas Brawijaya dan Unair yang punya fakultas vokasi sehingga nyambung betul,” ucapnya.

Dia juga memandang perlunya penguatan SMK dari 20 SMK BLUD di Jatim yang telah memiliki spesifikasi untuk mendorong kemandirian yang lebuh cepat.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan BLUD di provinsi itu terbilang sukses. Selain itu, Khofifah sebagai gubernur baru sangat peduli terhadap BLUD.

“Gubernur memandang BLUD yang ada bisa ditularkan ke sekolah lain. Sekolah yang punya potensi akan diberi pendampingan,” ujarnya.

Meski pada prosesnya, BLUD panjang sampai pada Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri, Saiful menegaskan yang terpenting adalah pola BLUD sudah menular pada sekolah yang lain.

“Pengampu untuk mengantisipasi SMK swasta untuk menghilangkan stigma pengangguran tertinggi dari SMK. Dari pengampu ini diharapkan SMK swasta akreditasinya naik, juga industrinya. Jika mandiri mereka lepas. Pengampu tidak selamanya karena programnya selama tiga tahun,” katanya. (ant/wh)