2 Staf Angkasa Pura I Dimutasi, Diduga Terlibat Keluarkan Izin AirAsia

2 Staf Angkasa Pura I Dimutasi, Diduga Terlibat Keluarkan Izin AirAsia
Farid Indra Nugraha/tribunnews

Dua pegawai PT Angkasa Pura I dimutasi. Mereka terindikasi terlibat dalam kisruh izin rute penerbangan Surabaya-Singapura milik AirAsia Indonesia QZ8501 yang jatuh 28 Desember lalu. Proses mutasi itu sesuai instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan.

“Kami melakukan mutasi. Kami tempatkan di luar fungsi unit bandara. Kami hormati tim buatan menteri untuk audit investigasi masalah ini,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2015).

Dua pegawai yang dimutasi adalah Manajer Operasional Apron Movement Control (AMC) dan Pengawas Tugas Operasional AMC Bandara Internasional Juanda Surabaya. Keduanya dipindah ke bagian personalia dan keuangan.

“Kami tegaskan, memutasikan atas dasar perintah dari Pak Menteri. Alasan mutasi untuk kepentingan dinas dan permintaan menteri. Dalam kondisi normal pun bisa kami lakukan itu,” jelas Farid.

Farid menjelaskan, sejak Januari 2013 dibentuk AirNav sesuai dengan UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pembentukan itu menandai adanya pemisahan fungsi antara bandara dan AirNav. Sejak lahirnya AirNav, bandara tidak melayani fungsi navigasi.

“Jadi izin terbang bukan ada di airport. Kami hanya melaksanakan fungsi turunan dari AirNav, dalam hal ini briefing officer. Kami fungsinya antara lain AMC (apron), atau informasi. Kami hanya sediakan infrastruktur, apron untuk parkir dan terminal untuk keberangkatan dan penurunan penumpang,” jelas Farid.

Terkait tugas Unit Pelaksana Koordinasi Slot, kata Farid, ada bagian yang menjadi tanggung jawab koordinasi. Bandara ada otoritas manajer berkoordinasi untuk melakukan pengawasan.

Farid menegaskan, surat izin rute yang didapatkan pihaknya untuk penerbangan AirAsia Indonesia QZ8501 adalah 1246 (Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu). Ia tidak bisa menjelaskan mengapa pesawat dapat terbang di jadwal 1357 (Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu). “Itu yang tidak bisa saya jawab. Kami tidak memberikan izin terbang. Nanti tim investigasi yang menentukan,” kata Farid. (mtr/wh)