150 Pelaku UMKM Belajar Batik Jumput

150 Pelaku UMKM Belajar Batik Jumput
Pelatihan batik jumput untuk UMKM Pahlawan Ekonomi. foto Umar Alif/enciety.co

Kain motif batik yang kini diakui dunia internasional dari bangsa Indonesia, terus diperkaya dengan teknik membatik dan pewarnaan.

Seperti tersaji saat pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya yang dipusatkan di Kaza City Surabaya, Minggu (10/5/2015). Sekitar 150 pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) PE dengan seksama mendengarkan pengarahan dari Ninik Sulistyorini, salah seorang kurator PE.

Para peserta diberi pelatihan teknik batik jumput dengan teknik pewarnaan pelangi. Motif dan warna ini sendiri terbilang baru dalam dunia perbatikan.

“Teknik ini adalah hal yang baru. Dan bisa dikatakan jadi tren di Ibu Kota Jakarta. Ibu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, red) sendiri meminta agar teknik tersebut diajarkan untuk memenuhi kebutuhan nasional,” kata Ninik kepada enciety.co.

Wanita berkerudung ini menuturkan, pelatihan batik jumput dengan teknik pewarnaan pelangi dengan berbagai macam warna bisa dikerjakan dalam waktu sehari. Bahkan, bila telaten dan terbiasa, sehari bisa menghasilkan 15 lembar kain batik.

“Biasanya satu lembar batik butuh waktu dua hari. Teknik ini selain mempercepat waktu, juga memberi nuansa kaya warna yang tersaji di selembar kain batik,” terusnya.

Ia lalu menyebutkan batik ikat kontemporer UKM Ujung Galuh RW V Kapasari, Surabaya, bisa  dijual per kainnya seharga Rp 100-150 ribu. Para perajin batik dapat mengambil keuntungan 50 persen dari harga pembuatan.

Tidak hanya untuk baju kain batik kontemporer itu, menurut Ninik, kain batik jumput cocok untuk  kerudung dan payet. “Bila dipakai baju maka akan lebih bagus lagi,” jelas dia. (wh)

Marketing Analysis 2018